GARUT — Rumah Juang Dony Maryadi Oekon (DMO) menggelar kegiatan diskusi dan serap aspirasi bersama Generasi Z (Gen-Z) Kabupaten Garut pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Juang DMO ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari pengurus dan kader DPC GMNI Cabang Garut serta sejumlah aktivis mahasiswa.
Diskusi tersebut mengangkat tema “Reposisi Organisasi Mahasiswa dan Gerakan Gen-Z” yang menyoroti perubahan karakter gerakan mahasiswa di era digital serta tantangan organisasi mahasiswa dalam menghadapi dinamika generasi baru.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Husnul Hidayat, Tenaga Ahli Anggota (TAA) DPR RI, serta Nanan Nugraha, Koordinator Bidang Eksternal DPD KNPI Kabupaten Garut. Keduanya menyampaikan pandangan terkait pergeseran pola gerakan mahasiswa serta pentingnya adaptasi organisasi dalam merespons perubahan zaman.
Dalam pemaparannya, Husnul Hidayat menyampaikan bahwa Generasi Z kini menjadi kekuatan sosial baru yang semakin mendominasi ruang publik Indonesia. Karakter generasi ini berbeda secara signifikan dibandingkan generasi mahasiswa pada era 1966, 1978, maupun 1998.
Menurutnya, jika generasi mahasiswa terdahulu dikenal dengan aksi massa di jalanan sebagai bentuk perjuangan, maka Gen-Z cenderung memanfaatkan ruang digital sebagai arena gerakan sosial dan politik.
“Media sosial saat ini menjadi panggung utama bagi Gen-Z untuk menyuarakan kritik, membangun solidaritas, serta menyebarkan gagasan. Bentuk gerakan mereka tidak selalu berupa demonstrasi fisik, tetapi juga melalui kampanye digital, petisi online, hingga konten edukatif di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa gerakan sosial saat ini tidak lagi identik dengan spanduk dan orasi di jalan, melainkan juga dengan penggunaan hashtag, narasi visual, dan kampanye digital yang mampu membangun kesadaran publik secara luas.
Namun demikian, Husnul juga menyoroti adanya tantangan dalam pola gerakan digital yang sering kali berlangsung cepat dan instan, tetapi terkadang minim analisis ideologis serta kedalaman intelektual.
“Di sinilah peran penting organisasi mahasiswa sebagai ruang pembentukan intelektual dan moral generasi muda. Organisasi tidak boleh kehilangan fungsinya sebagai pusat pembelajaran kritis dan pengembangan pemikiran,” tambahnya.
Sementara itu, Nanan Nugraha menyoroti fenomena krisis relevansi organisasi mahasiswa di kalangan Gen-Z. Menurutnya, sebagian mahasiswa saat ini memandang organisasi sebagai ruang yang terlalu kaku, sarat hierarki, dan sering kali dipersepsikan dekat dengan kepentingan politik praktis.
“Organisasi mahasiswa perlu melakukan reposisi agar tetap relevan dengan karakter generasi saat ini. Salah satunya dengan mengembalikan fungsi organisasi sebagai ruang intelektual sekaligus wadah aksi sosial yang nyata di masyarakat,” ungkap Nanan.
Ia menekankan bahwa transformasi organisasi mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak. Organisasi harus mampu menjadi pusat inovasi sosial serta ruang kolaborasi yang terbuka bagi ide-ide kreatif mahasiswa.
Selain itu, model kepemimpinan juga perlu menyesuaikan dengan karakter Gen-Z yang cenderung tidak tertarik pada struktur organisasi yang terlalu hierarkis dan otoriter.
“Generasi Z lebih menyukai kepemimpinan yang kolaboratif, terbuka, dan partisipatif. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa perlu mengembangkan pola kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan kapasitas intelektual dalam tubuh organisasi mahasiswa. Menurutnya, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang diskusi kritis yang berbasis riset, pengetahuan, dan analisis yang mendalam.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, serta pengalaman mereka terkait dinamika gerakan mahasiswa di era digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa, khususnya Generasi Z, untuk terus memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengembangan intelektual, kepemimpinan, dan gerakan sosial yang konstruktif di tengah perubahan zaman.


Comments0